Kicaubarito.com, Palangka Raya – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mendorong penguatan semangat gotong royong antara masyarakat, relawan, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait untuk mempercepat pemadaman ketika titik api muncul.
Hafid menilai keterlibatan masyarakat di tingkat tapak menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla. Warga yang berada dekat dengan lokasi kejadian dapat membantu memberikan informasi secara cepat sehingga petugas segera bergerak sebelum api meluas. Namun, masyarakat tetap perlu mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas saat membantu pemadaman.
Gotong Royong Percepat Pemadaman
Menurut Hafid, semangat gotong royong perlu terus diperkuat karena karhutla tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah atau aparat. Kolaborasi warga dan petugas dapat mempercepat penanganan titik api, terutama ketika kebakaran muncul di wilayah yang sulit dijangkau.
Masyarakat dapat berperan dengan melaporkan keberadaan api, membantu upaya pemadaman sesuai kemampuan, serta mendukung kebutuhan petugas di lapangan. Koordinasi yang baik akan membuat penanganan lebih terarah sekaligus mengurangi risiko kebakaran meluas ke permukiman maupun kawasan lainnya.
Hafid juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kesadaran warga dalam mencegah munculnya api menjadi bagian penting dari gotong royong, sebab pencegahan dapat mengurangi beban petugas dan relawan di lapangan.
Titik Api Tetap Perlu Ditelusuri
Di samping memperkuat pemadaman, Hafid meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait menelusuri penyebab munculnya titik api. Ia menilai kemunculan kebakaran secara bergantian perlu menjadi perhatian agar pemerintah dapat memahami pola dan faktor penyebabnya secara lebih objektif.
Hafid meminta aparat tidak terburu-buru mengaitkan setiap kebakaran dengan aktivitas masyarakat. Penyelidikan perlu berdasarkan fakta lapangan, termasuk kondisi lokasi dan pola munculnya titik api. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran, aparat dapat mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum.
Langkah tersebut penting agar penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga mencegah kejadian serupa berulang. Masyarakat pun perlu menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu situasi di lapangan.
Bersama Cegah Api Meluas
Hafid melihat kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla terus berkembang. Warga semakin berhati-hati menggunakan api dalam aktivitas sehari-hari dan mulai memahami pentingnya menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.
Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat mempertahankan semangat gotong royong. Ketika warga segera melaporkan titik api dan petugas bergerak cepat, penanganan dapat dilakukan sebelum api semakin besar. Sinergi tersebut juga dapat memperkuat upaya pencegahan sepanjang musim kemarau.
Penanganan karhutla di Kalteng membutuhkan kolaborasi sejak tahap pencegahan, deteksi dini, pemadaman, hingga penelusuran penyebab kebakaran. Dengan kepedulian dan gotong royong, masyarakat bersama pemerintah dan petugas dapat menjaga api agar tidak meluas serta mempertahankan lingkungan dan permukiman tetap aman.























