Palangka Raya, 1 September 2023 – Posko Ganjar Bersama Kalteng (GBK) menggelar kuliah umum dengan tema “Relawan Dalam Sistem Politik Indonesia” di Posko GBK, Jalan G. Obos No. 77, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat (1/9).
Kuliah umum tersebut dihadiri oleh sekitar 100 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik semester 3 jurusan Ilmu Administrasi Negara dengan dua narasumber yaitu Abdi Rahmat (Sekretaris GBK) dan Mahdi Surya Aprilyansyah, SH, MH (Anggota Dewan Penasehat GBK).
Dalam paparannya, Mahdi Surya Aprilyansyah mengatakan bahwa relawan politik adalah orang-orang yang secara sukarela membantu dan mendukung kampanye calon politik atau partai politik. Relawan politik tidak terikat dengan partai politik mana pun dan berdiri secara mandiri.
“Relawan politik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu relawan pro demokrasi, relawan dari organisasi non pemerintah, dan relawan dari kalangan seniman dan industri kreatif,” kata Mahdi.
Dia juga menjelaskan bahwa relawan politik dapat diklasifikasikan menjadi empat tipe, yaitu relawan narsis, relawan rente, relawan fans club, dan relawan investor. Relawan narsis adalah relawan yang hanya mencari popularitas, sementara relawan rente adalah relawan yang mencari keuntungan dari kegiatan dukungannya.
“Relawan fans club adalah relawan yang membela habis-habisan calon politiknya, sedangkan relawan investor adalah relawan yang mendukung calon politik karena memiliki kepentingan pribadi atau kelompok,” kata Mahdi.
Abdi Rahmat, Sekretaris GBK, mengatakan bahwa relawan merupakan pilar utama gerakan demokrasi di Indonesia. Dia menyebut bahwa relawan politik telah menjadi simbol gerakan publik dalam mendorong partisipasi publik dalam demokrasi.
“Setelah reformasi, ada transformasi nilai demokrasi dari yang patrimonial menjadi volunterism dan partisipatoris. Relawan yang mengawal demokrasi untuk generasi yang maju,” kata Abdi.























