kicaubarito.com, Palangka Raya – Ganjar Pranowo, telah memberikan perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur jalan di 35 daerah tingkat dua dalam provinsinya. Selama memimpin sejak tahun 2013 hingga saat ini, tercatat sepanjang 6.724,29 kilometer jalan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah telah dibangun, direhabilitasi, atau ditingkatkan mutunya.
Pembangunan dan peningkatan mutu jalan di 35 kabupaten/kota ini mendapat dukungan dari bantuan keuangan provinsi, yang terbagi dalam tiga jenis bantuan, yaitu bantuan umum, sarana prasarana, dan pendidikan.
Data dari Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa sejak tahun 2013 hingga 2022, total bantuan sarana prasarana yang diberikan mencapai Rp11.006.267.077.442 untuk 14.172 kegiatan. Di antara bantuan tersebut, perbaikan, rehabilitasi, atau peningkatan jalan memiliki porsi terbesar dengan nilai Rp6.166.797.385.376 untuk 7.827 kegiatan.
Rincian pembangunan jalan ini mencakup tahun 2013 dengan total ruas jalan sepanjang 1.438,85 km, 2014 dengan 1.526,80 km, 2015 dengan 1.057,13 km, dan 2016 dengan 613,01 km. Kemudian, pada tahun 2017 ada 455,15 km, 2018 sepanjang 331,15 km, 2019 dengan 311,66 km, dan 2020 dengan 77.386,14 km.
Tahun 2021 melihat pembangunan jalan sepanjang 325,00 km yang mendapat bantuan, dan pada tahun 2022 sepanjang 279,40 km juga telah direalisasikan.
Salah satu contoh konkret dari pembangunan jalan yang mendapat perhatian dari Ganjar Pranowo adalah Jalan Lingkar Kota (JLK) di Kabupaten Wonogiri. Jalan ini merupakan jalur alternatif yang juga memiliki peran strategis dalam perekonomian warga yang menuju pusat kota.
Prihadi Ariyanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonogiri, menjelaskan bahwa JLK Wonogiri adalah hasil dari bantuan keuangan provinsi Jawa Tengah. Dari total anggaran sekitar Rp116 miliar yang digunakan untuk pembangunan JLK Wonogiri, sekitar 78 persen atau sekitar Rp68 miliar berasal dari bantuan keuangan provinsi.
Pembangunan ruas jalan sepanjang 15,594 kilometer ini memakan waktu hampir sembilan tahun, dimulai dari tahun 2010 hingga 2019.
Pembangunan infrastruktur jalan ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana Ganjar Pranowo telah berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas di Jawa Tengah, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di provinsi tersebut.























