Palangka Raya – Provinsi Kalimantan Tengah mencatatkan inflasi sebesar 1,02 persen pada November 2024, menempatkannya di jajaran 10 provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia. Capaian ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, turut hadir dalam rakor tersebut dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan inflasi pada November 2024 mencapai titik terendah dan masih berada dalam kisaran target nasional sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen. “Inflasi tahunan tercatat sebesar 1,55 persen, sedangkan inflasi bulanan mencapai 0,30 persen,” ujar Tito, Senin (16/12).
Tito juga menyampaikan apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto atas capaian positif dalam pengendalian inflasi. Menurut data, sejumlah provinsi dengan inflasi terendah antara lain Bangka Belitung (0,22 persen), Gorontalo (0,27 persen), Sumatera Selatan (0,73 persen), Sumatera Barat (0,80 persen), Bengkulu (0,82 persen), dan Nusa Tenggara Timur (0,83 persen). Sementara itu, Riau mencatat inflasi sebesar 0,87 persen, diikuti Kalimantan Tengah (1,02 persen), Sulawesi Utara (1,05 persen), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (1,14 persen).
Dengan capaian ini, Kalimantan Tengah menunjukkan upaya yang baik dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalteng diharapkan terus meningkatkan koordinasi dan strategi pengendalian inflasi agar kinerja positif ini dapat dipertahankan ke depannya.
























