PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat resmi diluncurkan di Kalimantan Tengah pada Senin, 13 Januari 2025. Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan gizi anak-anak usia sekolah, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan pangan yang tinggi.
Pada tahap awal, program ini menjangkau 16 sekolah di Kota Palangka Raya dan akan diperluas hingga mencakup seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Ketua Umum Nasional Gerakan Dayak (Gerdayak) Indonesia, Drs. Yansen A Binti, MBA., memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran program ini.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi upaya strategis menciptakan generasi sehat dan cerdas di masa depan. Kami di Gerdayak Indonesia sangat mendukung penuh program ini,” ujarnya kepada Kalteng.co, Selasa (14/1/2025).
Fokus pada Generasi Muda yang Unggul
Yansen menilai, perhatian terhadap gizi anak-anak adalah kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Dengan memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi yang cukup dan higienis, pemerintah telah meletakkan fondasi yang kuat bagi masa depan bangsa.
Program MBG ini dirancang untuk menjangkau berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan manfaat kepada seluruh lapisan pelajar tanpa terkecuali.
Perluasan Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG)
Sebagai bagian dari upaya mendukung program ini, pemerintah juga berencana memperluas titik Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah. Saat ini, 6 titik SPPG sedang dalam tahap persiapan, meliputi wilayah Seruyan, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan tiga titik lainnya di Palangka Raya.
Setiap unit SPPG dirancang mampu memproduksi minimal 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari, dengan memastikan higienitas dan keamanan pangan bagi anak-anak.
“Kami berharap, seiring berjalannya waktu, program ini semakin meluas dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anak-anak di Kalimantan Tengah. Gerdayak Indonesia akan turut serta dalam mengawal dan mendukung implementasi program ini agar berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” tambah Yansen.
Dukungan Komunitas dan Sinergi Semua Pihak
Yansen juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama komunitas Dayak, untuk mendukung keberhasilan program ini. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif.
“Ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk menunjukkan kepedulian terhadap masa depan anak-anak kita. Dengan sinergi yang baik, program ini dapat menjadi model nasional yang sukses dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak,” tutup Yansen.
Dengan peluncuran program ini, diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga peningkatan semangat belajar dan prestasi mereka. Program MBG menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam menciptakan generasi unggul yang sehat dan cerdas di Kalimantan Tengah.























