Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Mei 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa indeks tersebut naik dari 171,44 pada April menjadi 171,50 pada Mei.
“Meski kenaikannya tidak terlalu besar, ini tetap merupakan indikator positif terhadap daya saing dan nilai jual produk pertanian di Kalimantan Tengah,” ujar Agnes, Kamis, 12 Juni 2025.
Peningkatan indeks ini terutama dipicu oleh naiknya harga di beberapa subsektor strategis. Subsektor Tanaman Pangan mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen, sedangkan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat meningkat 0,26 persen. Kedua subsektor tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai tukar petani di wilayah tersebut.
Subsektor Peternakan mencatat kenaikan tertinggi, yaitu 1,36 persen, yang didorong oleh peningkatan harga pada kelompok ternak besar dan unggas. Selain itu, subsektor Perikanan turut mencatat kenaikan sebesar 0,16 persen.
Agnes berharap tren positif ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan di Kalimantan Tengah. “Kami akan terus memantau dinamika harga dan daya beli petani sebagai bagian dari evaluasi kebijakan pembangunan pertanian,” tambahnya.























