Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Wardatun Nur Jamilah, mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi yang mengangkat isu bahaya intoleransi, radikalisme, terorisme, serta dampak negatif penggunaan media sosial, game online, dan praktik perundungan di kalangan pelajar.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai potensi ancaman yang dapat memengaruhi generasi muda. Selain itu, sosialisasi ini juga mendorong pelajar agar lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial maupun saat bermain game online.
Menurutnya, edukasi seperti ini merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan sejak dini, sehingga para pelajar memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk menghadapi tantangan di era digital.
Wardatun juga menyoroti kemudahan akses informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kondisi ini, menurutnya, menuntut pelajar untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu memilah informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif.
Ia menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, penanaman nilai toleransi, serta rasa cinta tanah air agar generasi muda tidak mudah terpapar paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perlindungan bersama. Dengan pemahaman yang kuat, diharapkan mereka mampu menjaga persatuan dan kesatuan.
Wardatun juga menekankan perlunya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat dalam memberikan pengawasan dan pendampingan terhadap aktivitas digital pelajar.
Di sisi lain, ia menyoroti masih adanya kasus perundungan di lingkungan sekolah yang dapat berdampak pada kondisi psikologis siswa. Oleh karena itu, diperlukan perhatian serius dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati.
Ia berharap kegiatan sosialisasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai sekolah di Kabupaten Barito Utara, sehingga semakin banyak pelajar yang mendapatkan pemahaman tentang bahaya radikalisme, intoleransi, serta pentingnya penggunaan media sosial secara bijak.























