Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah kabar yang menyebutkan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membahas wacana perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih. Menurutnya, rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/6) itu fokus pada isu peningkatan jumlah dokter serta kesejahteraan tenaga kesehatan.
“Pertemuan Bapak Presiden Prabowo dengan Menteri Kesehatan membahas penambahan jumlah dokter dan peningkatan kesejahteraan dokter, tidak membahas reshuffle,” tegas Teddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis dini hari.
Menkes Budi Gunadi diketahui menemui Presiden untuk melaporkan perkembangan situasi COVID-19, termasuk tren peningkatan kasus di beberapa negara Asia dan kondisi penularan di Indonesia. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2,5 jam tersebut, keduanya juga mendiskusikan isu strategis di sektor kesehatan.
Menurut Budi, kenaikan kasus di Indonesia disebabkan oleh subvarian Omicron JN.1 yang tergolong tidak mematikan. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik. “Kenaikan ini berasal dari varian yang relatif tidak mematikan. Jadi enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat tidak panik,” ujarnya kepada wartawan.
Ketika ditanya soal kemungkinan reshuffle, Budi memilih menjawab dengan santai. “Wah itu haknya beliau. Tanya Beliau (Presiden) ya,” ujarnya sambil tersenyum. Ia bahkan sempat berkelakar soal isu tersebut, “Kita membahas wartawan mau dipindahin ke mana,” canda Menkes.
























