Kicaubarito.com – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengadakan sandera pilot Susi Air, Philip Mehrtens, telah meminta uang tebusan untuk membebaskannya. Pihak Kepolisian Daerah Papua (Polda Papua) menyatakan bahwa mereka bersedia memenuhi permintaan tersebut dengan memberikan uang sebagai jaminan pembebasan, tetapi menolak untuk memberikan senjata dan kemerdekaan seperti yang diminta oleh KKB.
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri, mengatakan bahwa pembebasan pilot Susi Air tersebut penting dilakukan, dan pihak kepolisian akan menyediakan uang tebusan yang diminta dan menyerahkannya kepada Egianus Kogoya, pemimpin KKB, dengan syarat sandera tersebut dibebaskan dan diserahkan ke aparat keamanan.
Negosiasi antara pihak kepolisian dan KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya masih berlanjut, melibatkan berbagai pihak termasuk keluarga Kogoya. Harapannya adalah bahwa negosiasi ini akan berhasil sehingga Philip Mehrtens tidak akan ditembak dan dapat segera dibebaskan.
Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau KKB membantah meminta senjata dan uang untuk membebaskan Philip Mehrtens. Mereka menyatakan bahwa tuntutan tersebut hanyalah propaganda dari aparat dan menganggapnya sebagai masalah politik.
Meskipun demikian, pada bulan Mei sebelumnya, KKB Papua telah mengancam akan menembak Philip Mehrtens jika negosiasi tidak terjadi dalam waktu dua bulan. Ancaman tersebut diungkapkan dalam video yang tersebar di mana Philip Mehrtens berada di tengah-tengah anggota KKB yang mengacungkan senapan.
























