Program Koperasi Desa Merah Putih terus digencarkan di berbagai daerah sebagai strategi untuk memperkuat ekonomi desa. Di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pelaksanaannya menunjukkan perkembangan aktif dengan dukungan sinergis dari pemerintah di berbagai tingkatan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Lamandau, Penyang, mengungkapkan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mengalami kemajuan signifikan. Dari 88 desa yang ada, sebanyak 84 koperasi telah terbentuk, meskipun beberapa di antaranya merupakan hasil penggabungan desa. Selain itu, sekitar 60 desa juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas koperasi.
Ia menyampaikan bahwa kesiapan lahan menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi pembangunan koperasi di tingkat desa. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Kalteng Menyapa pada 15 Januari 2026.
Di tingkat provinsi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Tengah, Rahmawati, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi fokus utama. Upaya ini dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik bagi pendamping desa, pengurus, maupun pengawas koperasi.
Sementara itu, progres pembangunan di tingkat kabupaten juga menunjukkan hasil positif. Dari seluruh koperasi yang telah terbentuk, sebanyak 27 KDMP atau sekitar 37 persen telah memasuki tahap pembangunan. Capaian ini menjadikan Lamandau sebagai daerah dengan progres tertinggi di Kalimantan Tengah.
Keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen kuat antara pemerintah daerah dan provinsi dalam mengembangkan koperasi desa. Ke depan, kolaborasi yang terus berlanjut diharapkan mampu mempercepat dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
























