Palangka Raya – Rony Teguh, S. Kom., M.T., Ph.D., Associate Professor di Jurusan Teknik Informatika Universitas Palangka Raya, mengungkapkan pandangannya mengenai dampak dan penanganan dua isu besar di Indonesia: judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Menurutnya, kedua masalah ini tidak hanya soal kriminalitas, tetapi juga berkaitan erat dengan pertahanan keamanan negara, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Rony menekankan bahwa penanganan judi online menjadi salah satu fokus utama Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. “Ini masuk dalam kategori pertahanan keamanan negara. Kita tidak hanya bicara soal senjata, tetapi juga finansial, yang merupakan salah satu elemen penting pertahanan negara,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa judi online kini semakin meluas seiring dengan kemajuan teknologi. “Dulu judi hanya dapat diakses secara terbatas, tetapi kini dengan ponsel pintar dan internet, siapa saja dapat terlibat dalam perjudian daring,” ujar Rony.
Dampak dari judi online juga diperparah oleh kemudahan akses pinjaman online. Rony menyoroti praktik ini sebagai pemicu potensi pencucian uang karena perputaran uang yang bersifat global. Selain itu, dampaknya merambah hingga ke stabilitas keuangan keluarga dan sektor perbankan. “Pinjaman online mengganggu stabilitas kredit di bank dan lembaga jasa keuangan lainnya, sementara dalam keluarga, anak dan istri menjadi pihak yang paling terdampak,” tambahnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Rony menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai bahaya judi online dan pinjol. Ia menyatakan bahwa perjudian daring dirancang agar pemain selalu kalah, memanfaatkan sisi psikologis pemain. “Narasi bahwa judi online tidak pernah menguntungkan harus terus disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Rony juga menyoroti faktor penyebab meluasnya judi online dan pinjol, seperti rendahnya pendidikan, kesulitan ekonomi, dan terbatasnya lapangan kerja. “Bagi masyarakat berpendapatan rendah, judi dan pinjol sering dianggap sebagai jalan keluar, meskipun dampaknya sangat merugikan,” paparnya.
Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku judi online dan pinjaman online juga dinilai penting. “Tindakan hukum yang jelas dan terukur terhadap pelaku dapat mengurangi praktik ini dari akar rumput,” tegas Rony.
Ia berharap pemerintah terus meningkatkan penegakan hukum dan penyadaran masyarakat untuk menanggulangi masalah ini secara efektif. Judi online, baik daring maupun konvensional, merupakan tindakan ilegal di Indonesia yang memerlukan perhatian serius untuk melindungi stabilitas ekonomi dan keamanan masyarakat.























