kicaubarito.com, Jakarta – Keputusan Nasdem yang secara terbuka mengusung Anies menjadi Capres 2024 memang sedikit mengejutkan.
Sebab, secara mahzab politik, Anies sangat berbeda dengan pemerintah.
Bahkan, mau tidak mau suka atau tidak suka harus kita akui bahwa selama ini Anies Baswedan selalu dihadapkan dengan pemerintahan pusat.
Hal ini menandakan Nasdem terlihat sudah sangat siap dengan konsekuensi yang terjadi ke depan. Termasuk, kemungkinan pecah kongsi dengan Presiden atau dengan para pendukung fanatiknya.
Semua orang tahu, Anies itu tak masuk kategori selera politik pendukung pemerintah saat ini.
Nah, saat ini banyak tokoh partai Nasdem mulai angkat kaki satu persatu.
Bahkan tidak seluruh kader Nasdem sepakat dengan keputusan partai mengusung Anies Baswedan sebagai capres.
Fatalnya ada yang secara terang-terangan menyatakan ketidaksetujuan. Ada juga yang tiba tiba angkat kaki.
Pada Oktober 2022, Wakil Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Semarang, Shafiqh Pahlevi Lontoh juga mengaku sudah mengundurkan diri secara resmi dari partai.
Alasan Lontoh sangat jelas, karena pemikiran dan hati nuraninya sudah tidak sejalan dengan kebijakan partai.
Nah, kabar terbarunya Connie Bakrie dari Dewan Pakar DPP NasDem lewat surat yang ditujukan kepada Ketua Umum NasDem Surya Paloh tertanggal 2 April 2023 bocor ke publik.
Connie Bakrie menjadi anggota Dewan Pakar DPP NasDem jalur non anggota partai.
Menurut Connie Bakrie, sudah mulai tidak ada kesesuaian secara ideologi. Setelah hampir 108 purnama saya bergabung, melihat dan berinteraksi secara dekat dengan Abang sebagai Ketua Umum Partai, bersama segenap kakak-kakak di DPP Partai dan Dewan Pakar, maka kini tiba saatnya saya menyusul langkah Kakak Siswono Yudo Husodo dan Kakak Enggartiasto Lukito, untuk juga meninggalkan peran dan keberadaan saya di DPP Partai NasDem yang menurut saya pada ujungnya menunjukkan ketidaksesuaian secara ideologis di dalam lingkungan berorientasi ‘flying high-playing cheap’, yang terus semakin terasa,” kata Connie.
Sebelumnya, salah satu tokoh pendiri NasDem, Zulfan Lindan pun juga telah angkat kaki.
Lindan mengaku keluar Partai NasDem karena saling tak nyaman dengan mantan partainya tersebut. Hal itu berawal dari pernyataannya soal Anies Baswedan antitesis Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Nasdem secara perlahan akan di tinggalkan oleh pendukung fanatiknya. Perlahan tetapi pasti Nasional Demokrat akan meresot di Pemilu 2024.
Keputusan NasDem memilih Anies bukan saja beresiko di akar rumput melainkan beresiko pula di kalangan elite terutama mereka yang sudah lama menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi NasDem.























