Palangka Raya – Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S Dohong, menyatakan kesiapannya untuk mengawal aspirasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu Menyelamatkan APBD. Hal ini diungkapkannya usai menerima dan mendengarkan langsung tuntutan dari para pengunjuk rasa dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat gabungan Sekretariat DPRD Kalteng, Senin (18/11).
“Masyarakat menyampaikan aspirasi terkait perhatian pemerintah di sektor infrastruktur, pendidikan, dan bantuan sosial,” ujar Arton.
Sebagai mitra pemerintah, DPRD Kalteng akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mencari solusi atas tuntutan tersebut. Namun, Arton menegaskan bahwa DPRD bukan eksekutor, terutama karena aspirasi yang diterima bersifat teknis, sehingga memerlukan tindak lanjut dari pihak eksekutif.
“Kami akan menyerahkan tuntutan masyarakat kepada pemerintah, tetapi DPRD juga harus memahami persoalan ini. Oleh karena itu, kami mungkin akan mengundang pihak-pihak terkait untuk membahas lebih lanjut,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arton juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menganggarkan Rp100 miliar untuk perbaikan jalan Kuala Kurun-Palangka Raya. Anggaran tersebut terdiri dari Rp60 miliar untuk segmen Jalan Bukit Liti-Bawan dan Rp40 miliar untuk segmen Bawan-Kurun.
“Mudah-mudahan dengan penanganan ruas jalan ini, kondisinya bisa kembali normal,” katanya.
Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kalteng, Arton juga mengingatkan pentingnya pengaturan daya beban kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut. Hal ini dilakukan agar jalan yang telah diperbaiki dapat bertahan lebih lama dan mendukung aktivitas masyarakat secara maksimal.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk mengendalikan penggunaan jalan, terutama di ruas jalan Kuala Kurun-Palangka Raya. Jika beban muatan kendaraan tidak terkendali, jalan akan kembali rusak,” tambah Arton.
Ia berharap upaya perbaikan dan pengelolaan jalan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya dalam mendukung mobilitas dan kegiatan sehari-hari.
























