Palangka Raya – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi ini menunjukkan pola distribusi yang bervariasi berdasarkan tingkat pendidikan. Pada Agustus 2024, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencatat TPT tertinggi sebesar 7,74 persen, sementara TPT terendah ditemukan pada lulusan SD ke bawah dengan angka 2,04 persen.
“Jika dibandingkan dengan Agustus 2023, hanya kategori lulusan SD ke bawah yang mengalami peningkatan TPT, yaitu sebesar 0,51 persen poin. Ini mencerminkan tantangan dalam penyerapan tenaga kerja pada tingkat pendidikan dasar,” kata Agnes pada Kamis (21/11).
Sebaliknya, penurunan TPT terjadi pada kelompok pendidikan lainnya, dengan penurunan tertinggi dicatat oleh lulusan Diploma I/II/III, mencapai 1,15 persen poin, sehingga TPT pada kategori ini turun menjadi 4,15 persen. “Penurunan ini mengindikasikan adanya peningkatan keterampilan dan daya saing lulusan diploma di pasar kerja,” tambah Agnes.
Penurunan serupa juga terlihat pada lulusan SMA dan universitas, yang menurut Agnes, menunjukkan perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja pada tingkat pendidikan menengah dan tinggi. “Ini adalah perkembangan positif yang perlu terus didukung melalui program pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan,” ujarnya.
Meski ada penurunan TPT di beberapa kategori pendidikan, Agnes mengingatkan bahwa tantangan untuk mengurangi angka pengangguran secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan besar. “Kita harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang berkualitas,” tegasnya.
BPS Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus memantau dan menganalisis data TPT berdasarkan pendidikan guna memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang dinamika pasar kerja di provinsi ini. “Data ini menjadi dasar penting untuk merumuskan kebijakan yang efektif dalam mengatasi pengangguran,” tutup Agnes.
























