Jakarta – Arsenal dikabarkan semakin dekat merekrut penyerang asal Swedia, Viktor Gyokeres, pada bursa transfer musim panas ini. Menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano, Minggu 6 Juli 2025, klub asal London tersebut telah mencapai kesepakatan personal dengan sang pemain dan kini tengah memasuki tahap akhir negosiasi dengan klub pemiliknya, Sporting CP.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menjadikan Gyokeres sebagai prioritas utama untuk memperkuat lini depan menjelang musim 2025/26. Berdasarkan laporan CNN Portugal, nilai transfer diperkirakan mencapai 75 juta euro atau sekitar Rp1,42 triliun. Jumlah itu mendekati permintaan awal Sporting sebesar 80 juta euro.
Situasi transfer sempat memanas akibat ketegangan antara Gyokeres dan Presiden Sporting, Frederico Varandas. Bahkan, muncul kabar bahwa sang pemain mengancam absen dari latihan pramusim sebagai bentuk tekanan agar kepindahannya ke Arsenal segera terealisasi.
Sporting pun memberikan izin kepada Gyokeres untuk menunda keikutsertaannya dalam latihan hingga 11 Juli, sehari sebelum tim berangkat ke kamp latihan di Algarve. Penyerang berusia 27 tahun itu diketahui masih terikat kontrak dengan Sporting hingga Juni 2028, namun dikabarkan sangat berhasrat bergabung dengan The Gunners. Ia juga telah menolak tawaran dari klub-klub Arab Saudi seperti Al Hilal dan Al Qadisiyah, serta Manchester United yang kini dilatih mantan pelatihnya, Ruben Amorim.
Musim 2024/25 menjadi periode paling produktif bagi Gyokeres. Bersama Sporting CP, ia mencetak total 54 gol dari 52 laga di semua kompetisi, termasuk 39 gol dan delapan assist dalam 33 penampilan di Liga Portugal. Penampilan gemilang itu turut mengantar klubnya meraih gelar juara Liga Portugal dan Piala Portugal.
Meski sempat diragukan karena belum pernah berlaga di lima liga top Eropa, performanya di Liga Champions turut memperkuat reputasinya. Sejak bergabung dengan Sporting, Gyokeres mencatatkan 97 gol dalam 102 pertandingan.
Dengan produktivitas tinggi dan naluri gol yang tajam, Arsenal berharap Gyokeres dapat menjadi solusi lini depan yang selama ini mereka cari.
























