Kicaubarito.com, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya menjaga ideologi negara dengan menolak paham selain Pancasila, termasuk khilafah. Penegasan itu mengemuka dalam pembukaan kegiatan Gema Pancasila Tahun 2026 bertema “Dari Nilai ke Aksi Nyata” di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansyah mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa penguatan ideologi tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga ruang digital.
Perkuat Ideologi di Tengah Arus Digital
Darliansyah menyatakan Gema Pancasila menjadi momentum strategis untuk memperdalam pemahaman dan pengamalan nilai Pancasila di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersikap tegas menolak ideologi yang bertentangan dengan jati diri bangsa.
Menurutnya, pengaruh globalisasi dan infiltrasi paham radikal dapat melemahkan fondasi kebangsaan jika tidak diantisipasi secara berkelanjutan. Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan karakter kebangsaan melalui pendidikan, dialog, dan aksi nyata.
Huma Betang, Simbol Persatuan Kalteng
Darliansyah menegaskan keberagaman suku, agama, dan budaya di Kalimantan Tengah menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan. Ia menyoroti falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat sebagai cerminan nilai Pancasila yang hidup dalam masyarakat Bumi Tambun Bungai.
Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI, Timoteus Olong, menilai Gema Pancasila 2026 menjawab tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Ia mendorong peserta menjunjung tinggi gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, kepala OPD, serta pelajar dan guru pendamping dari 15 SMA/sederajat di Kota Palangka Raya. Pemerintah berharap Gema Pancasila 2026 semakin menanamkan nilai kebangsaan sekaligus memperkuat persatuan di Kalimantan Tengah.
(Rp/kicaubarito.com)
























