Tamiang Layang – RSUD Tamiang Layang menyimpan kisah inspiratif dari dr. Metia Gledis Gilang Gentong, Sp.An, dokter spesialis anestesi pertama dan satu-satunya di rumah sakit tersebut. Belum lama ini, Gledis berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi wakil Indonesia dalam pertemuan internasional dokter anestesi anak di Harvard Medical School, Amerika Serikat.
Gledis terpilih sebagai salah satu peserta Global Anaesthesia Mentoring Programme, program dari World Federation of Societies of Anaesthesiologists (WFSA) yang mempertemukan dokter-dokter dari berbagai negara dengan mentor ahli. Dalam program tersebut, ia dibimbing oleh seorang mentor asal Inggris dan ditugaskan selama satu tahun untuk mengembangkan standar layanan anestesi di RSUD Tamiang Layang agar setara dengan rumah sakit terkemuka nasional dan internasional.
Dalam forum internasional itu, ia memaparkan kasus anestesi kompleks yang ditanganinya: seorang pasien anak di bawah umur yang sedang hamil. Kasus tersebut belum banyak dibahas dalam literatur medis dan berhasil menarik perhatian dua profesor dari Harvard Medical School dan Boston Children Hospital. Saat ini, Gledis tengah menanti kemungkinan kolaborasi lanjutan dengan mereka.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan sumber daya, Gledis tetap mengedepankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Ia menegaskan bahwa anestesi bukan sekadar prosedur medis, melainkan tanggung jawab besar dalam menyelamatkan nyawa ibu dan janinnya. Baginya, kasus kehamilan anak di bawah umur bukan hanya tantangan medis, tetapi juga persoalan sosial yang perlu dicegah sejak awal.
Perjalanan akademik Gledis dimulai dari Universitas Gadjah Mada (UGM), di mana ia menyelesaikan pendidikan dokter umum pada 2012 dan melanjutkan spesialisasi anestesi pada 2017, yang rampung pada 2022. Dukungan dari pihak rumah sakit, pemerintah daerah, serta Yayasan Satriabudi Dharma Setia turut memperkuat langkahnya, termasuk dalam bentuk bantuan alat kesehatan.
Kini, Gledis tengah menyusun panduan praktik klinis anestesi bagi pasien anak hamil bersama mentor dari Inggris dan UGM, yang diharapkan dapat menjadi rujukan penting di daerah-daerah terpencil. Ia berharap pengalamannya menjadi momentum perubahan bagi peningkatan layanan kesehatan di RSUD Tamiang Layang, serta membuktikan bahwa dari pelosok negeri pun, kontribusi besar dapat lahir dan diakui di panggung dunia.
























