Sampit – Kepala Bulog Sampit, Muhammad Azwar Fuad, mengumumkan kesiapan Bulog dalam mendukung Program Uji Coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bulog akan berperan sebagai penyedia solusi permodalan bagi para supplier lokal, seperti petani dan peternak, yang terlibat dalam program tersebut.
“Kami sangat tertarik pada program MBG ini karena tujuannya jelas, yaitu memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Salah satu kendala utama yang dihadapi supplier lokal adalah keterbatasan modal. Biasanya, mereka dibayar tunai ketika menjual hasil panen ke pedagang, sementara program MBG mengharuskan mereka menunggu pembayaran selama dua minggu,” ujar Fuad, Senin (13/1/2025).
Solusi Pembayaran Tunai untuk Supplier Lokal
Fuad menjelaskan bahwa Bulog siap membantu mengatasi kendala tersebut dengan membayar tunai kepada para supplier lokal, seperti petani dan peternak. Dengan demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) cukup berkoordinasi langsung dengan Bulog terkait pembayaran yang dilakukan dua minggu sekali kepada vendor pengelola dapur umum MBG.
“Bulog akan membayar cash kepada petani dan peternak saat bahan diserahkan. Jadi, BGN hanya perlu berkoordinasi dengan kami. Dengan ini, Bulog menjadi jembatan permodalan bagi supplier kecil, sehingga mereka tetap memiliki modal yang bisa diputar,” jelasnya.
Dukungan untuk Kelancaran Program MBG
Fuad berharap, langkah ini tidak hanya membantu supplier lokal mengatasi tantangan modal, tetapi juga memastikan kelancaran pelaksanaan program MBG di Kotim. Dengan adanya dukungan Bulog, petani dan peternak lokal dapat terus berkontribusi tanpa terkendala masalah pembayaran.
“Kami berharap solusi ini dapat membantu para supplier kecil menjalankan usahanya dengan lancar, sekaligus memastikan program MBG berjalan tanpa hambatan,” tutup Fuad.
Program MBG di Kotim diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus memberdayakan ekonomi lokal melalui keterlibatan langsung petani dan peternak setempat.
























