Kicaubarito.com, Sampit — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah tegas menghadapi ancaman radikalisme yang menyasar kalangan pelajar. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Pemkab Kotim memperluas edukasi kebangsaan langsung ke sekolah-sekolah menengah sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Pelajar Jadi Target Paham Menyimpang
Kepala Kesbangpol Kotim, Rihel, menegaskan bahwa pelajar SMP dan SMA saat ini menjadi kelompok paling rentan terpapar paham radikal. Akses digital yang semakin terbuka membuat ideologi menyimpang mudah menyusup melalui media sosial dan platform daring lainnya.
Rihel menilai penguatan nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan semangat bela negara menjadi kunci utama agar generasi muda tidak mudah terpengaruh propaganda radikalisme yang berpotensi memecah persatuan.
Edukasi Kebangsaan Jadi Benteng Utama
Kesbangpol Kotim, kata Rihel, akan aktif turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang bahaya radikalisme. Materi edukasi dirancang agar pelajar mampu berpikir kritis dan menyaring informasi yang mereka terima di ruang digital.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi memang membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan. Namun, di sisi lain, kelompok tertentu memanfaatkannya untuk menyebarkan paham ekstrem yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Libatkan Orang Tua dan Masyarakat
Rihel mengakui pemerintah daerah tidak dapat mengawasi aktivitas digital pelajar secara penuh. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam membangun pengawasan bersama.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada radikalisme. Identitas pelapor akan kami lindungi,” tegas Rihel.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, Pemkab Kotim optimistis upaya pencegahan radikalisme di kalangan pelajar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (Rp/kicaubarito.com)
Sumber berita: Kesbangpol Kabupaten Kotawaringin Timur























