Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2024 secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Selasa (3/12). Dalam rapat yang berlangsung di ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Wagub Edy mengungkapkan bahwa inflasi Kalteng berada di posisi ke-7 terendah secara nasional.
Mendagri Tito Karnavian memulai rakor dengan memaparkan data inflasi nasional November 2024 yang mencapai 1,55% secara tahunan (y-on-y), meski ada kenaikan 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m). Angka ini tercatat sebagai inflasi terendah dalam sejarah Indonesia.
Presiden RI, Prabowo Subianto, yang turut hadir dalam rakor tersebut, menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai kunci pengendalian inflasi. “Kemandirian pangan mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Presiden, sembari mengajak seluruh pihak untuk memperkuat produksi pangan domestik.
Plt. Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, juga memberikan paparan mengenai stabilitas inflasi nasional dengan inflasi m-to-m sebesar 0,30%, y-on-y 1,55%, dan y-to-d (tahun kalender) 1,12%. Berdasarkan data BPS, Kalteng tercatat sebagai salah satu provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia, yakni sebesar 0,55%.
Wagub Edy Pratowo menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kalteng terkendali dan stabil, meski tetap diperlukan kewaspadaan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Meskipun Kalteng berada di urutan ketujuh inflasi terendah, kita tetap harus memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok, terutama untuk momen-momen penting seperti Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Rakor ini juga dihadiri oleh Sahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko, serta perwakilan instansi vertikal dan Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalteng terkait. Dengan inflasi yang terkendali, Pemerintah Provinsi Kalteng berharap stabilitas harga tetap terjaga, mendukung perekonomian daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
























