Palangka Raya – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Survey Literasi dan Inklusi Keuangan (SLIK) kembali dilakukan untuk kedua kalinya di wilayah ini. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara BPS dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka mengevaluasi dan merencanakan program literasi serta inklusi keuangan.
“Survey ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi dan inklusi keuangan, mengevaluasi efektivitas program yang ada, serta menjadi bahan perencanaan untuk program literasi dan inklusi keuangan di masa mendatang,” ujar Agnes dalam rilis OJK Kalteng, Selasa (3/12).
Survei tahun ini menyasar responden Anggota Rumah Tangga (ART) berusia 15-79 tahun di seluruh Indonesia, mencakup 34 provinsi, 120 kabupaten/kota, dan delapan wilayah Kantor Regional/Kantor OJK. Di Kalimantan Tengah, survei akan dilakukan di tiga wilayah: Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya.
Sebanyak 27 Blok Sensus akan diambil sebagai sampel, melibatkan 270 rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode CAPI (Computer-Assisted Personal Interview), dijadwalkan berlangsung dari 22 Januari hingga 11 Februari 2024.
Agnes berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar. “Kami mempersiapkan segala hal, mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan survei, agar data yang dihasilkan berkualitas,” ujarnya.
Dalam pelatihan petugas lapangan SLIK, disampaikan materi pengenalan OJK dan lembaga jasa keuangan oleh Noor Bima Haru Kurniawan, Pengawas Junior Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalteng. Selain itu, instruktur nasional BPS Kalteng, Elisamarta Rotua Sibagariang, memberikan pembekalan kepada petugas lapangan.
Pelaksanaan survei ini diharapkan dapat memberikan data yang akurat untuk mendukung perumusan kebijakan yang lebih efektif terkait literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah.
























